“Saya juga manusia, Pak…”

Jakarta, Bunderan Patung Kuda, Kamis, 19 Agustus 2012, 13.01

Dari arah Thamrin mau ke Gambir, gak ngeliat tanda dilarang belok kanan di bunderan patung kuda. Alhasil setelah lampu hijau, seorang polisi memberi isyarat untuk menepi. Dan menepilah gue.

Polisi : selamat siang..

Gue : siang pak, kenapa ya?

Polisi : seharusnya bapak lurus dulu pak, tidak boleh langsung belok kanan di bundaran itu.

Gue : wah maaf pak, saya nggak tahu, ada tandanya ya?

Polisi : ada pak, disana (menunjuk). kalau nggak ada masa saya setop.

Gue : wah maaf pak, saya benar-benar tidak lihat. (ngeluarin surat-surat).

Polisi : Jadi bapak telah melanggar pasal …. jo …..  akan dikenakan tilang dan nanti SIM diambil di pengadilan Jakarta Barat, setelah lebaran.

Gue : Mengerti pak. Nanti selama SIM saya ditahan, pegangan saya mengemudi apa?

Polisi : kan saya kasih surat tilang.

Gue : Oh iya ya.. (stupid…stupid…) Smile

Polisi : (melihat surat surat). Bapak tinggal di Bogor?

Gue : Betul pak.

Polisi : atau maunya bagaimanaaa…. ?

Gue : (udah ilfil) DItilang saja pak. Nggak apa-apa. Meskipun bagaimana saya salah kok. (sambil lirik nama di bajunya)

Polisi : yaaah…. saya juga kan manusia pak…  jadi bagaimana..?

Gue : Yah gimana pak… ditilang saja, nanti saya bayar tilangnya dan ambil sendiri, nggak apa.

Polisi : yaah.. ini kan mau lebaran, mengerti lah.. (kacau ye ni plokis…)

Gue : Maaf pak. ditilang saja.

Polisi : Baik kalau begitu. (ngembaliin surat surat). Silahkan lanjut perjalanan anda, anggap saja ini peringatan ya (nepuk2 pundak gue). Selamat siang. (dan si polisi berlalu)

Gue : Baik pak. Terima kasih.

———–

Semuanya juga manusia. Tapi masing-masing punya tugas, tanggungjawab dan konsekwensi yang berbeda. Polisi lalu lintas tugasnya menjaga kelancaran dan keamanan jalan, memastikan pengguna jalan taat aturan dan menindak mereka yang melanggar. Gue sebagai pengendara wajib mematuhi peraturan jalan raya, dalam case ini gue gak ngeliat tanda dilarang belok kanan, tetep aja judulnya gue melanggar. Konsekwensinya ya gue harus terima tilang. Tapi pak Polisi itu keliatannya kurang paham dengan konsekwensi dia sebagai petugas. Bahwa mau lebaran kek, ulang tahun kek, lulus lulusan kek, pengendara ora urus! Anda memilih karir jadi polisi, ya terimalah pendapatan bulanan anda sebagai polisi. Bukan malah cari tambahan pendapatan dari kesalahan orang…

Bapak bapak polisi yang lain, mohon jangan ditiru polisi satu ini ya…. memalukan korps!

Advertisements

One thought on ““Saya juga manusia, Pak…”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s