Stuck..? Bikin ruang gerak!

Pernah ngalamin berada di posisi paling depan dari simpul kemacetan di persimpangan, dan stuck? Lebar jalan dua arah dan masing-masing terbatas hanya 1 baris mobil saja tiba-tiba berkembang biak menjadi 4 baris di satu lajur dan tetap 1 baris di lajur satunya. Mampet nggak bergerak. Setiap kendaraan memaksa untuk bisa lepas dari kondisi kacau seperti itu. Akhirnya, motor menjadi alat sport jantung dengan tiba-tiba muncul dan nyelak saat ada  celah sedikit di depan atau samping mobil. Padahal dalam kondisi macet seperti ini membuat ruang gerak kendaraan bisa menjadi kunci pengurai kemacetan. Cuman ya itu..kebanyakan pengemudi otak kecil sih. Jadi mentingin ego sendiri aja.

selak2

Yang diperlukan cuma kemauan untuk memberi jalan kepada pengendara lain dari sisi/jalur yang berbeda untuk lewat dulu. Kalau semua berlomba untuk maju, dijamin nggak akan selesai itu macet. Ibarat kabel kusut  yang makin kusut kalau dikuwel-kuwel, cara membukanya hanya dengan merenggangkan simpul yang kusut itu. Kurang lebih sama sseperti itulah. Jadi bila anda berada di lajur yang macet  dan kebetulan berada didepan persimpangan, cobalah berbaik hati jangan langsung jalan bila kendaraan di depan anda bergerak maju. Toh kalau anda maju akan tetap macet didepannya, jadi kenapa tidak memberikan waktu sebentar supaya anda tidak menjadi penyebab bertambahnya kemacetan dengan menghalangi kendaraan di persimpangan yang mau lewat. Bila ada ruang cukup yang telah anda berikan, kendaraan dari arah lain bisa melalui persimpangan itu dan sedikit demi sedikit akan mengurai kemacetan meskipun lajur anda masih tetap macet (mungkin entah disebabkan oleh apa didepan sana). Lalu anda berkilah: “kalau saya kasih space, pasti motor langsung nyelak!”. Seratus! Anda benar! Melihat ruang sempit aja motor suka maksa masuk, apalagi lihat ruang kosong (yang harusnya dipakai untuk kendaraan dari arah lain lewat) cukup lapang. Dijamin bisa sekaligus 2 atau 3 motor nemplok disitu,

Nah ini kejadian sama gue sendiri pas lebaran hari pertama kemarin (Sabtu, 19 Agustus 2012), tepatnya di pertigaan Grand Depok City, Kota Kembang. Gue dari arah Citayam mau belok kanan dari simpang itu menuju ke Kota Kembang. Antrian macet udah terjadi sejak gue keluar dari rumah di Ratujaya, Jl. Raya Citayam. Itupun gue musti mundur dari parkiran seiprit demi seiprit karena ngga ada satupun motor yang mau memberikan waktu 10 detik untuk membiarkan mobil gue yang udah nyala lampu mundurnya ini mundur! Kampret emang! Sampe akhirnya sodara gue keluar rumah dan menghalangi beberapa motor yang mau maksa nyelip juga (dan yang dipake buat nyelip nyelip itu adalah tempat orang jalan!). Sadar bahwa sumber macet ada di pertigaan GDC, gue nikmatin aja macetnya jalan sedikit demi sedikit sambil ngeliatin spion dan melototin rider sruntulan yang ngambil jalur orang terlalu banyak sehingga menghalangi kendaraan arah lawannya jadi nggak bisa lewat.  Nah, sampai di pertigaan GDC, lajur ke arah depok hanya satu, tapi lajur kearah Citayam ada empat!! Dan hebatnya rider rider sruntulan ke arah Citayam masih juga menggunakan satu lajur tersisa yang ke arah Depok itu, sementara di tengah pertigaan semua kendaraan berhenti gak bisa bergerak karena saling mau maju. Lebih dari 5 menit nggak bergerak dan makin banyak motor yang sembarangan lewat juga mobil-mobil yang nggak mau memberi ruang gerak, akhirnya gue turun dari mobil! Nunjuk-nunjuk para rider bego yang nyolong jalur orang sehingga macet makin stuck. “Bikin macet lo! bukan jalur lo tuh! kasih jalan!” dan terpaksa gue kasih isyarat ke salah satu mobil yang paling depan di pertigaan arah citayam itu untuk tahan dulu jangan maju, sehingga bisa bikin ruang gerak buat kendaraan yang menuju Depok dari arah GDC. Satu, dua kendaraan bisa lewat, stuck di pertigaan itu sedikit terurai, dan gue kembali ke mobil untuk belok kearah GDC. Aman. Tapi di pertigaan itu, stuck lagi!! Pada mentingin diri sendiri lagi…. gak ada yang mau sabar bikin ruang gerak lagi, dan parahnya, gak ada satupun petugas polisi disitu!

Jadi pahamilah, bahwa menciptakan ruang gerak untuk kendaraan lain di simpul kemacetan bisa mengurai sumber kemacetan itu sendiri, Sekarang semua tergantung ente-ente nih… mau jadi bagian masalah penyebab macet, apa mau berbuat sedikit untuk mengurangi kemacetan….?

Pilih deh.

Gue sih udah milih.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s